ILMU ALAMIAH DASAR (UTS 2)



Nama : RETNO WAHYUNINGSIH

NIM : 12413241026

Pendidikan Sosiologi 2012 A

Fakultas Ilmu Sosial



UTS ILMU ALAMIAH DASAR 

Pertanyaan :

1. Mengapa penelitian IPA lebih objektif jika dibandingkan dengan penelitian IPS?

2. Mengapa atmosfer bumi dapat menghancurkan meteor-meteor yang akan menabrak permukaan bumi?

3. Bagaimanakah proses terbentuknya ilmu, dari awal sampai akhir?

4. Sifat ilmu adalah objektif, metodik, sistematik, berlaku umum. Jelaskan!

Jawaban :

1. Penelitian pada IPA dikatakan lebih objektif dibandingkan dengan penelitian IPS karena penelitian IPA mengungkap kebenaran yang dihasilkan suatu ilmu pengetahuan dimana sifat sebuah ilmu pengetahuan itu jujur, apa adanya sesuai dengan kenyataan objeknya, tidak tergantung pada suasana hati, prasangka, atau pertimbangan nilai pribadi. Kebenaran hasil penelirian IPA tersebut dapat dipelajari dan diikuti secara umum, dapat diselidiki dan dibenarkan oleh ahli lain dalam bidang ilmu tersebut melalui pengujian secara terbuka yang dilakukan dari pengamatan dan penalaran fenomena. Berbeda dengan penelitian IPS yang kebenaran teorinya berdasarkan subjektivitas perorangan serta dinamika perubahan sosial yang lebih kompleks.

2. Meteor bergerak cepat sekali karena adanya gaya grafitasi matahari. Matahari menarik meteorid dari jauh, makin lama makin cepat. Ketika sudah dekat matahari, meteorid segera di belokkan dan bergerak menjauhi matahari. Ketika Meteorid ini bergerak melewati Bumi , gaya grafitasi Bumi menarik meteorid dan masuk ke atmosfir bumi. Meteorid bertumbukan dengan partikel udara di atmosfer menyebabkan meteorid ini berpijar menjadi meteor.

Meteor yang jatuh ke Bumi bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi. Kecepatan rata-ratanya sekitar 10 – 70 kilometer per detik. Meteor paling lama berpijar di langit sekitar 3 detik. Planet-planet terlalu jauh letaknya dari Bumi jadi tidak jatuh ke Bumi. Itulah mengapa asteroid dan planet tidak jatuh ke Bumi.

Masuk ke atmosfer bumi tumbukan benda luar angkasa (meteor, asteroid, komet) ke Bumi jelas di awali dengan masuknya benda tersebut ke atmosfer atas. Saat masuk, kecepatannya berada antara 11 hingga 72 kilometer per detik. Sudut masuknya juga beragam. Mulai dari samping (menyenggol) atau tegak lurus (menusuk) Bumi. Yang paling mungkin adalah sudut tumbuk 45 derajat.

Tercelupnya meteor ke dalam atmosfer akan memperlambat gerakannya. Benda yang kecil akan sepenuhnya hancur karena gesekan dengan atmosfer sehingga tidak dapat menginjak tanah. Benda yang cukup besar akan mampu menerobos hingga menghantam permukaan Bumi.

Dalam separuh perjalanannya dalam atmosfer, meteor mendapatkan geseran (drag) atmosfer yang bisa menghabisi seluruh meteor bila ukurannya kecil. Kecepatannya melambat seiring bertambah padatnya atmosfer. Tekanan stagnasi di ujung depan (wajah) meteor akan meningkat dan berusaha mengkompres meteor dari depan. Sementara itu tekanan di bagian ekor justru tidak ada sama sekali. Pada gilirannya, tekanan ini melebihi kekuatan dari meteor dan meteor mulai pecah. Bila diperhatikan baik-baik, kita mungkin melihat meteor waktu malam meletup beberapa kali dalam trayeknya. Letupan ini merupakan tahapan pelepasan satu demi satu tubuh meteor mulai dari yang paling lemah. Bagian meteor yang paling kuat dan berhasil jatuh ke tanah (meteorit) terlihat 10 kali lebih lemah daripada saat ia pecah. Saat ini masih misteri mengapa kekuatan ini tidak sama.


3. Proses terbentuknya ilmu

Karena ilmu berasal dari manusia maka ilmu dan manusia tidak dapat dipisahkan, prosesnyapun sangat dipengaruhi oleh manusia maka proses ilmu sama dengan proses perkembangan pikiran manusia. Ilmu mulanya muncul dari sifat kuriositas pada diri manusia yaitu rasa keingintahuan yang dimiliki oleh manusia yang menyebabkan ilmu semakin berkembang. Pikiran manusia selalu berkembang dari lahir hingga akhir hayatnya.

Tahap perkembangannya adalah sebagai berikut :

a. Tahap Teologi (mitos)

Adalah tahap dimana suatu ceritera yang memberikan pedoman atau arah tertentu pada sekelompok orang. Tidak objektif, rasio atau penalaran belum terbentuk, yang bekerja hanya daya khayal, instuisi atau imaginasi.

Contoh :

Adanya gunung meletus disikapi dengan cara mempersembahkan sesaji di kawah gunung karena adanya gunung meletus dianggap bahwa dewa penjaga bumi sedang marah dan menginginkan sesaji berupa wanita cantik.

b. Tahap Filsafat

Dalam tahap ini manusia mencoba mempergunakan rasionya untuk memahami objek secara dangkal, belum menggunakan metode yang definitif.

Contoh :

Adanya gunung meletus disikapi dengan cara memindahkan penduduk ke tempat yang lebih aman. Tidak lagi dengan sesaji dan tari-tarian.

c. Tahap Ilmu

Agar kumpulan pengetahuan dapat menjadi ilmu, harus digunakan perpaduan antara rasionalisme dan empirisme yang dikenal sebagai metode keilmun atau pendekatan ilmiah. Peneliatian ilmiah dilakukan secara sistematis, terkontrol beradasarkan data empiris.


4. Sifat-sifat ilmu :

a. Objektif

Artinya, kebenaran yang dihasilkan suatu ilmu merupakan kebenaran pengetahuan yang jujur, apa adanya sesuai dengan kenyataan objeknya, serta tidak tergantung pada suasana hati, prasangka, atau pertimbangan nilai pribadi. Objek dan metode ilmu tersebut dapat dipelajari dan diikuti secara umum. Kebenaran itu dapat diselidiki dan dibenarkan oleh ahli lain dalam bidang ilmu tersebut melalui pengujian secara terbuka yang dilakukan dari pengamatan dan penalaran fenomena.

b. Metodik

Artinya, pengetahuan itu diperoleh dengan menggunakan cara-cara tertentu dan terkontrol, terdapat tahap-tahap dan langkah-langkahnya.

c. Sistematik

Artinya, pengetahuan itu diperoleh dengan suatu sistem, tidak berdiri sendiri; satu dengan yang lain saling berkaitan, saling menjelaskan sehingga seluruhnya merupakan satu kesatuan yang utuh.



d. Berlaku umum

Artinya, pengetahuan itu tidak hanya berlaku atau dapat di amati oleh seseoarang atau oleh beberapa orang saja, tetapi semua orang dengan cara eksperimentasi yang sama akan memperoleh hasil yang sama atau konsisten.

0 komentar:

Posting Komentar

  © NOME DO SEU BLOG

Design by Emporium Digital