Manusia dan Ideologi

10
Mei
2013

Ideologi adalah segala sesuatu yang dijadikan sebagai pusat landasan perilaku, dan tujuan hidup manusia. Ideologi merupakan landasan gerak perbuatan manusia, dengan kata lain ideologi merupakan bentuk pilihan dan puncak tujuan manusia. Setiap manusia akan menjalin interaksi hubungan sosial kemasyarakatan berdasarkan ideologi yang dianutnya. Kecenderungan pada ideologi saat ini merupakan hal penting karena manusia akan berusaha dan bersabar atas segala penderitaan dan kesulitan yang dihadapinya untuk sampai pada tujuan dan cita-cita ideologisnya. 
Salah satu kekhususan ideologi adalah manusia, sadar atau tak sadar, membandingkan segala fenomena dan perkara dengannya bahkan menjadikannya tolak ukur dalam menimbang dan mengkaji nilai-nilai yang berhubungan dengan realita kehidupannya. Sebagai contoh, seseorang yang meletakkan ilmu sebagai nilai penting dalam kehidupannya, maka manusia yang paling berharga menurutnya adalah manusia yang paling banyak ilmu dan pengetahuannya, dalam hal ini tidak dibedakan bahwa ilmunya bermanfaat bagi kemanusiaan atau tidak. Atau seseorang yang menempatkan pelayanan terhadap orang lain sebagai ideologinya, dengan demikian ia akan menilai orang lain sesuai dengan kualitas pelayanannya kepada manusia, manusia yang paling terhormat dan berharga dalam pandangannya adalah orang yang khidmatnya pada manusia paling banyak dan berkualitas. 

Manusia dan Filsafat

10
Mei
2013

Manusia dan Filsafat 
A. Definisi Manusia 
Manusia secara bahasa disebut juga insan yang dalam bahasa arabnya, yang berasal dari kata nasiya yang berarti lupa dan jika dilihat dari kata dasar al-uns yang berarti jinak. Kata insan dipakai untuk menyebut manusia, karena manusia memiliki sifat lupa dan jinak artinya manusia selalu menyesuaikan diri dengan keadaan yang baru disekitarnya. Manusia cara keberadaannya yang sekaligus membedakannya secara nyata dengan mahluk yang lain. Seperti dalam kenyataan mahluk yang berjalan diatas dua kaki, kemampuan berfikir dan berfikir tersebut yang menentukan manusia hakekat manusia. Manusia juga memiliki karya yang dihasilkan sehingga berbeda dengan mahluk yang lain. Manusia dalam memiliki karya dapat dilihat dalam seting sejarah dan seting psikologis situasi emosional an intelektual yang melatarbelakangi karyanya. Dari karya yang dibuat manusia tersebut menjadikan ia sebagai mahluk yang menciptakan sejarah. Manusia juga dapat dilihat dari sisi dalam pendekatan teologis, dalam pandangan ini melengkapi dari pandangan yang sesudahnya dengan melengkapi sisi trasendensi dikarenakan pemahaman lebih bersifat fundamental. Pengetahuan pencipta tentang ciptaannya jauh lebih lengkap dari pada pengetahuan ciptaan tentang dirinya. (Musa Asy’ari, Filsafat Islam, 1999) 

Manusia dan Agama

10
Mei
2013

Manusia dan Agama 
Agama menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sistem atau prinsip kepercayaan kepada Tuhan, atau juga disebut dengan nama Dewa atau nama lainnya dengan ajaran kebhaktian dan kewajiban-kewajiban yang bertalian dengan kepercayaan tersebut. 
Kata "agama" berasal dari bahasa Sansekerta āgama yang berarti "tradisi". Sedangkan kata lain untuk menyatakan konsep ini adalah religi yang berasal dari bahasa Latin religio dan berakar pada kata kerja re-ligare yang berarti "mengikat kembali". Maksudnya dengan berreligi, seseorang mengikat dirinya kepada Tuhan. 

  © NOME DO SEU BLOG

Design by Emporium Digital